aspirasi cinta

LOVE IS LIKELEMON

Perasaan “cinta” atau “sayang” itu bisa di ibaratkan seperti lemon.

Ketika kita merasakan rasa “sayang” atau”cinta” kita merasakan manis.

Tapi ketika kita merasakan sakit hati, rasa asam yang kita rasain.

Dan Sebenarnya perasaan itu tidak boleh dipaksakan atau dibiarkan.

Jika tidak merasakan rasa “sayang” kepada orang lain, kita

tidak boleh memaksakan perasaan, sama saja nyakitin perasaan sendiri dan juga dia.

Ketika kita patah hati, kita tidak boleh memaksakan perasaan kita untuk

menghilangkan semua perasaan yang kita rasain, justru itu bisa menyakiti

prasaan kita bahkan bisa saja perasaan itu bertambah.

Membiarkan perasaan juga tidak baik. Kalau ada orang yang masa bodoh dengan perasaannya

sama saja menyakiti perasaan sendiri.

Orang yang patah hati juga seharusnya tidak membiarkan perasaan sakit hatinya,

justru malah akan membuat kita tersiksa, karena bisa teringat kenangan .

Tapi jika bimbang dengan perasaan, cara yang aman biar nggak nyakitin perasaan, tidak memilih siapapun, dan tidak menambah perasaan kepada salah satunya. Kalau kita bingung dengan perasaan kita, biarin perasaan itu “tenang”, asalkan tidak menyakiti satu sama lainnya. “semua tidak harus dimiliki, kalau itu memang yang terbaik, kita harus terima “

Berarti perasaan “cinta” atau “sayang” Cuma bisa menyakiti diri sendiri bahkan orang lain. “indah di awal pahit di akhir” ???

It’s my opinion :

Kalau kita punya perasaan dengan orang lain, jadikan perasaan itu seperti “air tenang” jangan seperti “air mengalir” karena kalau seperti “air mengalir” kamu bisa tenggelam di dalamnya. Kalau seperti “air tenang”perasaan itu kita buat diam, tenang, dan pada volume itu.

“hidup ini isinya hanya menyakiti dan disakiti”

Tinggal diri kita sendiri, kalo kita gamau menyakiti perasaan orang lain kita harus jaga perasaan kita sendiri. Tapi lebih enak merasakan rasa “sayang seperti air tenang” kita nggak bakal tenggelam dalam perasaan itu. Atau melupakan

dengan perlahan perasaan itu.semua tergantung diri kita sendiri.

The End